Tata Cara Thawaf yang Dicontohkan Rasulullah Ibadah Murni Tanpa Tambahan Ritual

Jamaah melaksanakan tata cara thawaf sesuai sunnah mengelilingi Ka'bah

Table of Contents

Setelah menempuh perjalanan dari tanah air, mengambil Miqat, dan tiba di hotel Makkah untuk beristirahat sejenak, jamaah akan bersiap menuju Masjidil Haram. Di sinilah puncak kerinduan setiap Muslim tertumpah saat melihat Ka’bah untuk pertama kalinya. Rangkaian inti umroh pertama Anda dimulai di sini, yaitu dengan melaksanakan ibadah Thawaf (mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali).

Namun, di tengah lautan manusia, sangat disayangkan masih banyaknya praktik ibadah di Tanah Suci yang bercampur dengan tradisi atau ritual tambahan tanpa landasan dalil yang shahih. Sebagai biro perjalanan yang memiliki tekad utama memfasilitasi tamu Allah beribadah murni di atas Sunnah , Yarmuk Tour & Travel memastikan setiap jamaahnya dibimbing dengan tata cara Thawaf yang hanya bersumber dari tuntunan Rasulullah ﷺ.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah pelaksanaan Thawaf yang murni sesuai sunnah.

1. Syarat Sah Thawaf

Sebelum melangkah ke area thawaf (Mataf), pastikan Anda memenuhi syarat sahnya:

  • Suci dari Hadas Besar dan Kecil: Anda wajib memiliki wudhu saat melakukan Thawaf. Jika batal di pertengahan, Anda harus keluar untuk berwudhu dan melanjutkan sisa putaran.
  • Menutup Aurat: Pastikan kain ihram dikenakan dengan benar dan aurat tertutup sempurna.
  • Batas Area Thawaf: Thawaf harus dilakukan di dalam Masjidil Haram dan posisinya Ka’bah berada di sebelah kiri jamaah. Anda juga harus memutari bagian luar Hijr Ismail (tidak boleh memotong lewat dalamnya).

2. Sunnah Idhtiba’ (Khusus Laki-laki)

Sebelum memulai putaran pertama, bagi laki-laki disunnahkan melakukan Idhtiba’, yaitu membuka pundak sebelah kanan. Caranya dengan meletakkan bagian tengah kain ihram atasan (rida) di bawah ketiak kanan, lalu menyampirkan kedua ujungnya di atas pundak kiri. Posisi ini dipertahankan selama 7 putaran Thawaf umroh saja.

3. Memulai Thawaf dari Hajar Aswad

Thawaf dimulai dan diakhiri di sudut Hajar Aswad. Saat menyejajarkan diri dengan Hajar Aswad, disunnahkan untuk:

  • Menciumnya jika memungkinkan tanpa menyakiti orang lain.
  • Jika tidak bisa, usap dengan tangan kanan lalu cium tangan tersebut.
  • Jika tidak bisa juga (kondisi padat), cukup menghadap ke arah Hajar Aswad, angkat tangan kanan (seperti isyarat) sambil mengucapkan: “Bismillahi, Allahu Akbar” (Dengan nama Allah, Allah Maha Besar), tanpa mencium tangan.

4. Berjalan Cepat (Ramal) di 3 Putaran Pertama

Bagi jamaah laki-laki, disunnahkan melakukan Ramal, yaitu berjalan cepat dengan langkah-langkah pendek (bukan berlari) pada putaran pertama, kedua, dan ketiga. Sedangkan pada putaran keempat hingga ketujuh, berjalanlah dengan kecepatan biasa. Sunnah ini tidak berlaku bagi perempuan.

5. Dzikir dan Doa Saat Thawaf: Menghindari Ritual Tak Berdalil

Salah satu komitmen Yarmuk Tour adalah memberikan bimbingan intensif dan memfasilitasi perjalanan tanpa amalan yang tidak bersumber dari tuntunan Rasulullah. Dalam hal Thawaf, Rasulullah ﷺ tidak pernah mengkhususkan doa atau dzikir tertentu untuk setiap putarannya (misalnya doa khusus putaran pertama, kedua, dan seterusnya).

Oleh karena itu, jamaah dibebaskan untuk membaca Al-Qur’an, berdzikir (Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar), atau memanjatkan doa apa pun untuk kebaikan dunia dan akhirat dalam bahasa masing-masing. Membaca buku doa karangan yang tidak ada dalilnya justru dapat menghilangkan kekhusyukan.

Satu-satunya doa yang diajarkan secara spesifik adalah saat berada di antara Rukun Yamani (sudut sebelum Hajar Aswad) dan Hajar Aswad. Di area ini disunnahkan membaca:

“Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina ‘adzaaban-nar.”

(Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka).

6. Shalat Sunnah di Belakang Maqam Ibrahim

Setelah menyelesaikan 7 putaran, tutuplah bahu kanan Anda kembali. Kemudian, berjalanlah menuju Maqam Ibrahim (jika memungkinkan) sambil membaca firman Allah: “Wattakhidzu min maqami Ibrahima musalla” (Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat).

Laksanakan shalat sunnah Thawaf dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim (atau di area mana saja di Masjidil Haram jika terlalu padat). Sunnahnya, rakaat pertama membaca Surat Al-Kafirun dan rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah.

Bimbingan Umroh Murni Bersama Ahli Ilmu

Melaksanakan ibadah di tengah lautan manusia membutuhkan pemandu yang memiliki otoritas keilmuan dan berakidah lurus. Bersama Ustadz Juma Saputra, Lc., M.A. dan Ustadz Imron Rosyadi, Lc., M.A. , Yarmuk Tour mendampingi ibadah Anda agar bebas dari amalan yang tidak bersumber dari tuntunan Rasulullah.

Mari wujudkan umroh mabrur dengan bimbingan madrasah spiritual bersama kami.

Hubungi Kami untuk Informasi Keberangkatan: 📍 Jl. Camar 1 KAV 2, Jati Cempaka, Pondok Gede 🌐 yarmuktour.id 📱 WhatsApp: 0813-1721-8110 📷 Instagram: @yarmuktour.id

Tags :

Continue reading

Tata Cara Thawaf yang Dicontohkan Rasulullah Ibadah Murni Tanpa Tambahan Ritual

Panduan Ihram & Miqat Terkait Syarat, Larangan, dan Sunnahnya Sesuai Dalil